Penipuan Lewat Tautan Palsu Jadi Tren, Apa yang Harus Diwaspadai

Penipuan Lewat Tautan Palsu Jadi Tren, Apa yang Harus Diwaspadai
Peserta mengikuti pelatihan teknologi. (Ilustrasi: Jurnawan)

Para ahli mengingatkan bahwa penipuan lewat tautan palsu perlu dipakai dengan pemahaman yang cukup. Peneliti kampus berjanji menyampaikan perkembangan penipuan lewat tautan palsu secara berkala kepada publik.

Pihak terkait menyebut data awal masih akan dilengkapi sebelum diumumkan secara resmi. Petugas di lapangan mengaku telah menyiapkan skenario cadangan bila kondisi berubah.

Dalam pertemuan itu, peserta memaparkan kendala yang selama ini dihadapi di lapangan. Pengamat menilai langkah tersebut perlu disertai penjelasan yang mudah dipahami publik.

Beberapa narasumber meminta agar proses berjalan terbuka sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi. Perwakilan masyarakat menyampaikan usulan tertulis untuk dipertimbangkan dalam rapat berikutnya.

Narasumber menegaskan bahwa angka yang disampaikan masih bisa berubah mengikuti perkembangan. Di sejumlah titik, aktivitas berjalan seperti biasa meski sebagian warga masih menunggu kepastian.

Dalam beberapa pekan ke depan, penipuan lewat tautan palsu diperkirakan masih akan menjadi sorotan di Ambon. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan tambahan dari pihak terkait.

Penulis: Juwita Nasution

Berita Terkait