OPINI Opini: Mengapa Budaya Membaca di Era Layar Layak Dibicarakan Lagi
Perbincangan tentang budaya membaca di era layar sering berhenti pada slogan dan jarang menyentuh akar persoalan. Sebanyak 59 warga yang ditemui redaksi menyatakan budaya membaca di era layar berdampak langsung pada keseharian mereka.
Kita sering menuntut perubahan besar, padahal langkah kecil yang konsisten justru lebih menentukan. Jika dilihat dari pengalaman di banyak daerah, pendekatan yang melibatkan warga hampir selalu lebih tahan lama.
Karena itu, diskusi publik perlu diberi ruang yang cukup dan tidak buru-buru ditutup dengan kesimpulan. Tentu ada yang akan berpendapat sebaliknya, dan perbedaan itu sehat selama dibangun di atas data yang jujur.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan adalah apakah hidup orang banyak menjadi lebih mudah dan lebih adil. Persoalannya bukan hanya soal aturan, melainkan soal kebiasaan yang terbentuk dari waktu ke waktu.
Karena itu, budaya membaca di era layar layak kita bicarakan dengan kepala dingin. Isi tulisan menjadi tanggung jawab penulis.
Penulis: Mulyadi Wijaya