Riset: Sensor Pemantau Banjir Berbiaya Rendah Hemat Waktu hingga 52 Persen

Riset: Sensor Pemantau Banjir Berbiaya Rendah Hemat Waktu hingga 52 Persen
Peserta mengikuti pelatihan teknologi. (Ilustrasi: Jurnawan)

Di balik kemudahannya, sensor pemantau banjir berbiaya rendah menyimpan sejumlah risiko yang kerap luput dari perhatian. Dalam beberapa pekan ke depan, sensor pemantau banjir berbiaya rendah diperkirakan masih akan menjadi sorotan di Semarang.

Dalam pertemuan itu, peserta memaparkan kendala yang selama ini dihadapi di lapangan. Pertemuan lanjutan dijadwalkan untuk membahas rincian teknis dan pembagian tanggung jawab.

Beberapa narasumber meminta agar proses berjalan terbuka sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi. Sejumlah pihak mengingatkan agar informasi hanya dirujuk dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Narasumber menegaskan bahwa angka yang disampaikan masih bisa berubah mengikuti perkembangan. Perwakilan masyarakat menyampaikan usulan tertulis untuk dipertimbangkan dalam rapat berikutnya.

Petugas di lapangan mengaku telah menyiapkan skenario cadangan bila kondisi berubah. Pihak terkait menyebut data awal masih akan dilengkapi sebelum diumumkan secara resmi.

Sebanyak 52 warga yang ditemui redaksi menyatakan sensor pemantau banjir berbiaya rendah berdampak langsung pada keseharian mereka. Pembaca yang memiliki informasi tambahan dapat menghubungi redaksi melalui kanal yang tersedia.

Penulis: Mahesa Kusuma

Berita Terkait