Peneliti Kampus Kembangkan Sensor Pemantau Banjir Berbiaya Rendah untuk Warga Malang

Peneliti Kampus Kembangkan Sensor Pemantau Banjir Berbiaya Rendah untuk Warga Malang
Layar perangkat menampilkan antarmuka aplikasi. (Ilustrasi: Jurnawan)

Peneliti kampus memperkenalkan sensor pemantau banjir berbiaya rendah dalam sebuah lokakarya terbuka yang dihadiri ratusan peserta. Catatan redaksi menunjukkan sensor pemantau banjir berbiaya rendah sudah beberapa kali muncul dalam laporan warga sepanjang tahun ini.

Beberapa narasumber meminta agar proses berjalan terbuka sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi. Pihak terkait menyebut data awal masih akan dilengkapi sebelum diumumkan secara resmi.

Dalam pertemuan itu, peserta memaparkan kendala yang selama ini dihadapi di lapangan. Sejumlah pihak mengingatkan agar informasi hanya dirujuk dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sejumlah titik, aktivitas berjalan seperti biasa meski sebagian warga masih menunggu kepastian. Seorang warga mengatakan dirinya berharap hasilnya benar-benar dirasakan, bukan sekadar wacana.

Menurut keterangan sejumlah warga, perubahan itu mulai terasa sejak awal pekan ini. Petugas di lapangan mengaku telah menyiapkan skenario cadangan bila kondisi berubah.

Sebanyak 73 warga yang ditemui redaksi menyatakan sensor pemantau banjir berbiaya rendah berdampak langsung pada keseharian mereka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan tambahan dari pihak terkait.

Penulis: Qori Lubis

Berita Terkait