OPINI Opini: Menimbang Budaya Membaca di Era Layar

Opini: Menimbang Budaya Membaca di Era Layar
Ilustrasi membaca di ruang publik. (Ilustrasi: Jurnawan)

Perbincangan tentang budaya membaca di era layar sering berhenti pada slogan dan jarang menyentuh akar persoalan. Di Kendari, budaya membaca di era layar menjadi bahan perbincangan sejak 31 hari terakhir.

Persoalannya bukan hanya soal aturan, melainkan soal kebiasaan yang terbentuk dari waktu ke waktu. Kita sering menuntut perubahan besar, padahal langkah kecil yang konsisten justru lebih menentukan.

Jika dilihat dari pengalaman di banyak daerah, pendekatan yang melibatkan warga hampir selalu lebih tahan lama. Karena itu, diskusi publik perlu diberi ruang yang cukup dan tidak buru-buru ditutup dengan kesimpulan.

Kita sering menuntut perubahan besar, padahal langkah kecil yang konsisten justru lebih menentukan. Persoalannya bukan hanya soal aturan, melainkan soal kebiasaan yang terbentuk dari waktu ke waktu.

Karena itu, budaya membaca di era layar layak kita bicarakan dengan kepala dingin. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis.

Penulis: Ulfa Pratama

Berita Terkait