OPINI Opini: Etika Bermedia Sosial, Antara Harapan dan Kenyataan
Jika kita jujur, etika bermedia sosial bukan sekadar urusan pemerintah, tetapi juga urusan kita semua. Pegiat komunitas menyebut etika bermedia sosial akan terus dipantau agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Karena itu, diskusi publik perlu diberi ruang yang cukup dan tidak buru-buru ditutup dengan kesimpulan. Tentu ada yang akan berpendapat sebaliknya, dan perbedaan itu sehat selama dibangun di atas data yang jujur.
Kita sering menuntut perubahan besar, padahal langkah kecil yang konsisten justru lebih menentukan. Persoalannya bukan hanya soal aturan, melainkan soal kebiasaan yang terbentuk dari waktu ke waktu.
Tentu ada yang akan berpendapat sebaliknya, dan perbedaan itu sehat selama dibangun di atas data yang jujur. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan adalah apakah hidup orang banyak menjadi lebih mudah dan lebih adil.
Karena itu, etika bermedia sosial layak kita bicarakan dengan kepala dingin. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis.
Penulis: Irfan Hidayat